Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat :

Terwujudnya Jawa Barat juara lahir batin dengan inovasi dan kolaborasi.

Misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat :

  1. Membentuk manusia pancasila yang bertaqwa; melalui peningkatan peran masjid dan tempat ibadah sebagai pusat peradaban, dengan sasaran misi yaitu pesantren juara, masjid juara, dan ulama juara;
  2. Melahirkan manusia yang berbudaya, berkualitas, bahagia dan produktif melalui peningkatan pelayanan publik yang inovatif, dengan sasaran misi yaitu kesehatan juara, perempuan juara, olahraga juara, budaya juara, sekolah juara, guru juara, ibu juara, millenial juara, perguruan tinggi juara, dan smk juara;
  3. Mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan berbasis lingkungan dan tata ruang yang bekelanjutan melalui peningkatan konektivitas wilayah dan penataan daerah, dengan sasaran misi yaitu transportasi juara, logistik juara, gerbang desa juara, kota juara, pantura juara, pansela juara, dan energi juara;
  4. Meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi umat yang sejahtera dan adil melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi dengan pusat-pusat inovasi serta pelaku pembangunan, dengan sasaran misi yaitu nelayan juara, pariwisata juara, lingkungan juara, kelola sampah juara, tanggap bencana juara, ekonomi kreatif juara, buruh juara, industri juara, pasar juara, petani juara, umat juara, umkm juara, dan wirausaha juara; serta
  5. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan kepemimpinan yang kolaboratif antara pemerintahan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, dengan sasaran misi yaitu birokrasi juara, apbd juara, asn juara, dan bumd juara.

Program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2018-2023 adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan akses pendidikan untuk semua;
  2. Desentralisasi pelayanan kesehatan;
  3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi;
  4. Mengembangkan destinasi dan infrastuktur pariwisata;
  5. Mewujudkan pesantren juara;
  6. Meningkatkan infrastuktur konektivitas wilayah;
  7. Gerakan membangun desa;
  8. Memberikan subsidi gratis untuk golongan ekonomi lemah; serta
  9. Meningkatkan inovasi pelayanan publik dan penataan daerah.