Pesan Ridwan Kamil untuk Generasi Muda: Persiapkan Masa Depan dengan Ilmu

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpesan kepada generasi muda bahwa hidup tak seindah drama. Sebab, ada banyak tantangan serta tuntutan yang akan dihadapi dan mesti dilalui.

Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil— mengingatkan generasi muda agar mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya. Karena, lanjut dia, tantangan hidup akan semakin besar. Mulai dari melimpahnya informasi bohong sampai radikalisme. Salah dua bekal terbaik untuk menangkal hal tersebut adalah ilmu yang memadai dan akhlak yang mumpuni.

“Pesan untuk adik -adik, niatkan apapun hidup kita untuk ibadah, dan sebaik- baiknya hidup adalah punya tujuan,” ucapnya dalam Tasyakur Binni’mah Pelepasan Kelas Akhir Darul Hikam Tahun 2018- 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB Bandung, Rabu (22/5/2019).

Dalam kesemapatan yang sama, Emil memaparkan tipe-tipe manusia. Tipe pertama adalah manusia yang tidak menyusahkan orang lain, tetapi kehadirannya tidaklah berpengaruh. Adapula manusia yang bertipe disukai karena punya sifat yang menyenangkan.

Akan tetapi, kata Emil, sebaik-baiknya tipe manusia adalah manusia yang memberikan manfaat untuk individu lain, lingkungan, dan alam semesta. Maka itu, Emil berpesan agar generasi muda jangan hanya memikirkan kepentingan sendiri, tetapi juga kepentingan khalayak.

“Saya ditakdirkan jadi Gubernur, kemudian diniatkan untuk ibadah, demi kebermanfaatan. Lewat birokrasi saya upayakan mengakselerasi yang maslahat, dan memberantas yang mudarat,” katanya.

“Sekarang tugas orang tua adalah bekerja. Tugas adik- adik adalah belajar. Belajar bukan untuk mengejar penghargaan, tapi untuk memahami masa depan. Adik-adik bisa jadi pelanjut melanjutkan peradaban ke arah yang lebih baik,” lanjutnya.

Ada empat nilai utama yang menjadi modal penting generasi muda guna mewujudkan peradaban yang baik. Pertama adalah Intelligence Quotient (IQ) karena manusia dianugerahi kemampuan untuk terus belajar dan memperluas ilmu.

Modal selanjutnya yakni Emotional Quotient (EQ) atau akhlak yang baik. Kemudian, Spiritual Quotient (SQ) yang berfungsi untuk menunjang akhlak. Terakhir adalah Physical Quotient (PQ), yakni generasi yang memiliki fisik baik. “Kalau mau juara otaknya harus cerdas karena diberi makan ilmu. Berakhlak kita harus saling menghormati, rajin ibadah sebagai cerminan SQ, terkahir badannya sehat. Itulah empat nilai yang harus dimiliki,” ucapnya.

Selain itu, Emil menyebut musuh terbesar dalam hidup adalah diri sendiri. Maka itu, segala hal negatif yang mencuat dalam diri perlu ditaklukan. Contohnya, melawan rasa malas, sombong, angkuh, dan lain sebagainya.
Pun demikian saat menghadapi era digital. Emil mengajak generasi muda untuk mengintegrasikan diri dengan dunia digital. Hal tersebut penting guna menyelesaikan persoalan via ruang digital. Tujuannya agar generasi muda dapat memegang teguh prinsip ‘kerja cerdas’.

Emil sendiri hadir beserta sang istri, Atalia Praratya Kamil. Mereka hadir sebagai orang tua Camillia Laetitia Azzahra yang menjadi salah satu wisudawan Darul Hikam di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Saya disini juga berkapasitas sebagai orang tua. Anak saya yang pertama Emmeril Kahn Mumtaz juga alumni Darul Hikam (SD- SMP), sekarang Teknik Mesin ITB. Anak kedua Camillia Laetitia Azzahra, neng Zara, sekarang naik panggung menerima piagam untuk kelulusannya,” tutupnya.

HUMAS JABAR
Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Jabar
Hermansyah

Tinggalkan komentar

avatar
  Langganan  
Beri tahu